JANGAN TUNGGU! Cek Mata Anak Sejak 6 Bulan
Oleh Hani | 12 Feb 2026
Pernah melihat anak memiringkan kepala saat menonton, sering mengerjap berlebihan, atau matanya tampak tidak sejajar? Banyak orang tua menganggap hal ini wajar. Padahal, tanda-tanda tersebut bisa menjadi gejala gangguan penglihatan seperti mata malas (amblyopia).
Mata malas terjadi ketika salah satu mata tidak berkembang dengan baik karena otak lebih dominan menggunakan mata yang lain. Akibatnya, penglihatan pada mata tersebut menjadi lemah. Kondisi ini sering tidak disadari karena anak belum mampu mengeluhkan gangguannya.
Jika tidak ditangani sejak dini, mata malas bisa berdampak jangka panjang pada kemampuan belajar dan aktivitas sehari-hari anak. Penglihatan yang kurang optimal dapat membuat anak kesulitan membaca, menulis, hingga berolahraga.
Kabar baiknya, kondisi ini dapat dicegah dan diobati jika ditemukan lebih awal. Karena itu, pemeriksaan mata sebaiknya dilakukan pertama kali saat anak berusia 6 bulan untuk mendeteksi kelainan sejak dini. Selanjutnya, pemeriksaan ulang dianjurkan pada usia 3 tahun dan 5 tahun, terutama sebelum anak memasuki masa sekolah.
Semakin cepat gangguan terdeteksi, semakin efektif penanganannya—baik melalui kacamata, terapi, maupun tindakan medis lainnya sesuai anjuran dokter.
Kesimpulan
Jangan menunggu sampai tanda-tanda gangguan penglihatan semakin jelas atau memburuk. Pemeriksaan mata sejak usia 6 bulan, dilanjutkan di usia 3 dan 5 tahun, adalah langkah sederhana namun sangat penting untuk melindungi masa depan penglihatan anak.
Deteksi dini membuat penanganan lebih efektif dan membantu anak tumbuh dengan penglihatan yang optimal.