Kelainan Mata pada Usia Senja

Oleh Hani | 08 Jan 2026

Kelainan Mata pada Usia Senja

Seiring bertambahnya usia, fungsi organ tubuh termasuk mata akan mengalami penurunan. Pada usia senja, risiko terjadinya berbagai kelainan mata semakin meningkat dan dapat berdampak pada kualitas penglihatan serta aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk mengenali jenis-jenis kelainan mata yang sering terjadi agar dapat dilakukan pencegahan dan penanganan sejak dini.

1. Kelainan Refraksi

Kelainan refraksi terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak difokuskan dengan tepat ke retina. Pada usia lanjut, kelainan ini sering berupa rabun dekat (presbiopi), rabun jauh, rabun dekat, atau silinder. Kondisi ini menyebabkan penglihatan menjadi kabur dan biasanya dapat dikoreksi dengan penggunaan kacamata atau lensa kontak.

2. Katarak

Katarak merupakan kondisi di mana lensa mata menjadi keruh sehingga penglihatan tampak buram, berkabut, atau silau saat melihat cahaya. Katarak adalah salah satu penyebab utama gangguan penglihatan pada usia senja. Penanganan katarak umumnya dilakukan melalui tindakan operasi untuk mengganti lensa mata yang keruh dengan lensa buatan.

3. Glaukoma

Glaukoma adalah penyakit mata yang ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata yang dapat merusak saraf optik. Penyakit ini sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal, namun dapat menyebabkan penyempitan lapang pandang hingga kebutaan permanen jika tidak ditangani. Pemeriksaan mata rutin sangat penting untuk mendeteksi glaukoma sejak dini.

4. Dry Eye (Mata Kering)

Mata kering atau dry eye terjadi akibat berkurangnya produksi air mata atau kualitas air mata yang menurun. Kondisi ini sering dialami oleh lansia dan ditandai dengan rasa perih, gatal, panas, mata terasa berpasir, serta mudah lelah. Penanganan dry eye dapat berupa penggunaan tetes mata dan perubahan kebiasaan sehari-hari.

5. Retinopati

Retinopati, khususnya retinopati diabetik, merupakan kerusakan retina akibat komplikasi penyakit diabetes. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan bila tidak ditangani dengan baik. Kontrol gula darah dan pemeriksaan mata secara rutin sangat diperlukan untuk mencegah perburukan kondisi ini.

Penutup

Kelainan mata pada usia senja tidak dapat dihindari sepenuhnya, namun risiko dan dampaknya dapat diminimalkan melalui pemeriksaan mata rutin dan penanganan yang tepat. Dengan deteksi dini dan perawatan yang optimal, kualitas penglihatan di usia lanjut dapat tetap terjaga.